Pelepasan beras yang akan diekspor ke PNG oleh Penjabat Sekda Merauke, Ruslan Ramli dengan pemotongan pita, di Halaman Kantor Bupati Merauke. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Sebanyak 5.000 kilogram beras Merauke diekspor ke Negara PNG, oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, Papua, Selasa (6/10/2020).

Ribuan ton beras tersebut merupakan bantuan sosial dari PT. Bio Inti Agrindo (BIA), bagi warga PNG yang mempunyai hak ulayat, di wilayah kerja perusahaan di Distrik Ulilin.

Kepala Stasiun Karantina Kelas 1 Merauke, Sudirman mengatakan, bantuan ini rutin dilakukan PT BIA baik kepada masyarakat pemilik ulayat maupun masyarakat umum, sebagai bentuk perhatian dan kepedulian perusahaan dalam program CSR.

Kebetulan, para pemilik ulayat berdomisili dan menjadi warga Negara PNG, maka bantuan yang disalurkan harus melalui mekanisme antar negara.

“Setiap pengeluaran barang produk Indonesia ke luar negeri, istilahnya ekspor. Karena mereka tinggal di PNG, tapi ada hak ulayatnya di Indonesia di tempat PT BIA,” terang Sudirman di Kantor Bupati Merauke.

Sekitar 35 Kepala Keluarga (KK) yang menerima bantuan, masing-masing akan mendapatkan 250-300Kg/bulan. Pengangkutan menggunakan truk melalui jalur darat, karena letak daerah tempat tinggal penerima bantuan itu tepat bersebelahan dengan wilayah darat Indonesia.

Sudirman menyebut, kualitas beras Merauke masih belum mencapai standar SNI 6128 atau kelas premium. Sementara beras Merauke masih pada standar medium 1, dan karena sifatnya bantuan, sehingga tidak bermasalah untuk diekspor.

“Kita mau gencarkan lagi, bagaiman semua komoditas yang ada di Merauke bisa secara maksimum, untuk ditingkatkan kualitasnya guna memenuhi standar ekspor,” tandasnya.

Pelepasan truk beras dilakukan halaman Kantor Bupati oleh Penjabat Sekda Merauke, Ruslan Ramli didampingi pejabat perwakilan perusahan, Kepala Karantina Pertanian, pejabat Bea Cukai, dan Kepala Badan Perbatasan Daerah Merauke.

Berita lain untuk anda