TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Momentum Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober, seharusnya menjadi titik balik para pemuda sebagai generasi penerus bangsa, untuk tetap kritis dalam mengawal pembanguan daerah.

Tokoh Pemuda Nusantara Kota Sorong, Yudhi Rahawarin menilai, pemuda akhir-akhir ini sudah tidak kritis lagi dalam mengawal pembangunan khususnya di Kota ini dan umumnya Provinsi Papua Barat.

Para pemuda ini terkesan dibungkam oleh oknum-oknum tertentu, terutama dalam pelaksanaan makna sila dalam Pancasila yang merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kepada masyarakat.

Lebih lanjut Yudhi menegaskan bahwa pada saat ini banyak hal-hal mendasar ada di daerah (Kota Sorong) tetapi kelompok-kelompok intelektual muda yang hanya melihat tapi tidak mampu berbicara.

Artinya sebagai penerus ideologi bangsa itu harus memberikan kritik membangun kepada pemerintah dalam rangka melihat kebutuhan mendasar yang dibutuhkan masyarakat tersebut.

“Dengan peringatan hari kesaktian pancasila, sebagai pemuda wajiblah kita melaksanakan makna lima sila dalam pancasila pada kehidupan kita sehari-hari,” kata Yudhi kepada media ini melalui telpon celulernya, Kamis (1/10/2020).

Mantan Ketua Ikatan Pemuda Mahasiswa Pelajar Mahasiswa Kei (IPMPK) Sorong Raya itu mencontohkan sila kelima yaitu, “keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia” pemerintah Kota Sorong belum secara penuh turun tangan untuk persoalan sosial kemasyarakatan di tengah masyarakat.

Menurutnya bahwa para wakil rakyat yang berkantor gedung mewah di Kilometer 10 belum secara lantang mengkritisi kebijakan pihak eksekutif yang tidak berpihak kepada kaum marjinal.
Persoalan dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi masyarakat, seharusnya ada kehadiran pemuda untuk secara lantang bersama rakyat memperjuangkan hak hidup mereka.

Namun sangat disayangkan para pemuda sekarang lebih memikirkan kehidupan individual, tidak mau terlibat langsung melihat kepentingan orang banyak terutama rakyat akar rumput. **

Berita lain untuk anda