Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan hadiri peletakan batu pertama pembangunan pelabuhan Teluk Masni,Kampung Masni, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Jumat (23/10/2020). Foto : Ist

TEROPONGNEWS.COM, MANOKWARI-Dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat yang selama ini menjadi kerinduan warga Distrik Masni, Kabupaten Manokwari maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menjawab aspirasi tersebut.

Pememerntah Provinsi Papua Barat menjawab aspirasi masyarakat tersebut melalui Dinas Perhubungan dengan membangun Pelabuhan Teluk Masni bagi masyarakat disitu dan kampung sekitarnya.

Kerinduan masyarakat itu dijawab pemerintah dengan memulai pembangunan tahap pertama pekerjaan pelabuhan Teluk Masni yang ditandai dengan pemotongan kepala babi dan peletakkan batu pertama di Kampung Masni, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Jumat (23/10/2020).

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan pelabuhan Teluk Masni demi kepentingan masyarakat, karena selain untuk memudahkan akses sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kampung tersebut.
Lebih lanjut dikatakan Gubernur Dominggus

Mandacan bahwa Pelabuhan Teluk Masni ini nantinya akan berfungsi sebagai pelabuhan integritas, bukan hanya untuk akses keluar masuk masyarakat tapi juga aktifitas bongkar muat barang atau kontainer.

Mantan Bupati Manokwari dua periode ini berharap, seluruh masyarakat di Distrik Masni dan sekitarnya dapat mendukung pembangunan pelabuhan ini agar dapat dikerjakan dan penyelesaiannya sesuai tepat waktu.

Kemudian jangan lagi ada yang menghambat pembangunan dengan memalang pekerjaan tersebut, sehingga pelabuhan Teluk Masni ini cepat digunakan masyarakat.

“Masyarakat semua harus dukung, karena kedepan bukan hanya pembangunan tapi juga bisa menumbuhkan ekonomi disini, yang jelas kita bangun dulu masalah yang lain-lain nanti dulu,” pungkas Mandacan.

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Agustinus Kadakolo mengatakan, pekerjaan pelabuhan Teluk Masni ini dibangun di atas lahan seluas 10 hektar dan pekerjaan dilakukan dalam tiga tahap.

Dijelaskan Kadakolo, tahap pertama dilaksanakan oleh CV Ponda Jaya, dengan anggaran senilai Rp. 21 milliar lebih untuk pekerjaan pematangan lahan sekaligus moment pemancangan tiang dan pekerjaan pelabuhan termasuk peletakkan batu pertama.

Berita lain untuk anda