Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah menyiapkan fasilitas berupa rumah sakit darurat, guna menampung pasien Covid-19, dan rumah sakit darurat itu terpaksa harus menyewa beberapa hotel bintang 3, dan juga balai diklat.

“Kelemahan kita adalah, tidak memiliki rumah sakit kota. Makanya, kita harus mengambil kebijakan, untuk menyelamatkan warga dari pademi Covid-19 ini dengan menyewa hotel,” ujar Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy kepada wartawan, di Ambon, Minggu (18/10/2020).

Kota Ambon, lanjut Wali Kota, saat ini masih berada di zona merah Covid-19, dan ini bisa dipahami, karena kota ini adalah episentrum pergerakan orang dan aktifitas ekonomi di Maluku.

Dia mengaku, pihaknya saat ini mengalami keterbatasan laboratorium penguji sample Swab, dan ini menjadi salah satu kendala tersendiri penanganan Covid-19 di Ambon.

Olehnya, Pemkot Ambon melalui BPBD telah melayangkan surat meminta bantuan laboratorium mobile dari BNPB. “Semoga melalui kegiatan ini, permohonan kami bisa terealisasi,” jelasnya.

Wali Kota juga menyatakan, semua program yang baik dari manapun juga, apakah itu dari OPD maupun masyarakat, akan berjalan dengan baik, sangat tergantung dari komitmen dan kepedulian pemimpin daerah tersebut.

“Saya di Ambon, kadang menggunakan jurus mabok dalam menyelesaikan suatu masalah. Kalau ikut prosedur, maka prosesnya memakan waktu. Olehnya itu, jika ada usulan masyarakat yang saya anggap baik dan dibutuhkan, maka saya langsung memerintahkan OPD untuk mengeksekusinya,” tandas Wali Kota.

Berita lain untuk anda