TEROPONGNEWS.COM, TOMU – Ada peristiwa haru di hari ke empat perjalanan kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Teluk Bintuni nomor urut 2, Ir. Petrus Kasihiw MT dan Matret Kokop, di pesisir Utara tanah Sisar Matiti, Senin (26/10/2020).

Saat melakukan kampanye di Kampung Tomu Distrik Tomu usai magrib, pasangan calon yang akan melanjutkan kepemimpinan di periode kedua ini, mendapat hadiah parang dan kapak dari warga adat. Tentunya ini hanya replika, bukan barang aslinya. Selain itu, keduanya juga mendapat bekal tas noken bulat.

Petrus Kasihiw mendapatkan tas noken dan replika parang dari masyarakat adat Sebyar Tomu yang diwakili Careti Inai. Sedangkan noken dan replika kapak, diberikan oleh Sarah Kinder kepada Maret Kokop, putra asli Suku Sebyar yang maju kembali sebagai Calon Wakil Bupati.

Dengan menggunakan bahasa adat Suku Sebyar, dua peralatan kerja ini diserahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati yang sedang cuti untuk menjalani kampanye itu. Matret Kokop yang menterjemahkan bahasa adat itu, menyebut bahwa parang dan kapak itu sebagai simbol untuk bekal keduanya agar bekerja baik demi kesejahteraan masyarakat Teluk Bintuni.

Sebelum penyerahan replika alat kerja ini, kehadiran Pit-Matret disuguhi Tarian Perdamaian yang dimainkan anak-anak adat Suku Sebyar Tomu. Dengan durasi sekitar 17 menit, fragmen tarian ini di iringi kolaborasi musik tradisional dan lagu-lagu kebangsaan. Koreografer Tarian Perdamaian ini adalah Abdulah Gegetu, putra asli Suku Sebyar yang bekerja di LNG Tangguh.

“Kalau kita bisa memahami arti dari tarian itu, sungguh luar biasa. Itu mengingatkan kita semua akan potensi sumber daya alam di pesisir Sebyar yang harus dikelola dengan baik. Jangan sampai masyarakat adat ini hanya menjadi penonton di tanah ulayat. Saya sangat menikmati tarian itu. Karya anak-anak muda yang melestarikan budaya,” ujar Petrus Kasihiw, alumnus UGM ini saat mengawali orasi politiknya.

Istri Abdulah Gegetu menyebut, tarian itu sengaja diciptakan untuk menyambut kedatangan pasangan incumbent yang akan memimpin Teluk Bintuni dua periode ini. Katanya, para penari itu butuh waktu satu bulan untuk berlatih. “Sengaja diciptakan untuk PMK2,” tandasnya. **

Berita lain untuk anda