TEROPONGNEWS.COM, MANOKWARI – Produksi pengolahan hasil rumput laut olahan orang asli papua (OAP) asal Kabupaten Teluk Wondama dikirim menggunakan jasa kapal laut dari Pelabuhan Manokwari, Papua Barat ke Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur Selasa (27/10/2020).

Pengapalan perdana rumput laut hasil olahan OAP dari Kabupaten Teluk Wondama ditandai dengan diberangkatnya satu container yang memuat 20 ton untuk bahan baku industry senilai makanan dilepas Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan.

Gubernur Papua Barat mengatakan, pembangunan yang berorientasi pada keberlangsungan dan kepentingan generasi mendatang merupakan prioritas pemerintah Provinsi Papua Barat saat ini.
Sebagaimana tertuang dalam Perdasus nomor 10 tahun 2019 tentang pembangunan berkelanjutan, bahwa pembangunan ekonomi diarahkan melalui pengembangan ekonomi hijau dengan menitikberatkan komoditas unggulan daerah non divestasi sebagai komoditas unggulan Papua Barat meliputi komoditi kakao, kopi, pala. Kelapa, rumput laut dan ekowisata.

‘’Maka hari ini kita kembali melakukan pelepasan dan pengapalan perdana produksi rumput laut merupakan komoditas unggulan daerah, walaupun dalam situasi pandemi COVID – 19, namun kegiatan ini mampu membawa optimisme,’’ jelas Dominggus Mandacan dalam sambutannya.

Menurut Dominggus, sebelumnya pada Januari 2020 pihaknya telah melepas pengapalan perdana biji kering kakao dari Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan kualitas premium tujuan Eropa.

‘’Kita akan melepas rumput laut jenis sakol 20 ton produksi budi daya petani di Distrik Roon, Distrik Rumberpon dan Distrik Yoswar Kabupaten Teluk Wondama, ini bukti nyata, apa yang kita lakukan dengan sepenuh hati, keiklasan akan membuahkan hasil membanggakan, ’’ tegasnya

Mandacan menuturkan, harus dibentuk satuan tugas komoditi unggulan, termasuk komoditi rumput laut yang beranggotakan dari sektor hulu sampai hilir adalah mitra pembangunan program pengembangan ekonomi hijau.

Hal yang perlu diperhatikan terkait itu adalah untuk lebih meningkatkan hasil produksi dan nilai tambah produk rumput laut, perlu disusun rencana induk pengembangan dari dan rencana usaha sehingga lebih terarah, efisien dan efektif.

‘’Untuk pengembangan komoditas ini kepada OPD teknis di pemerintah Papua Barat dan kabupaten Teluk Wondama mengambil peran lebih besar dalam pembinaan petani rumput laut orang asli Papua, sehingga akan lebih cepat peningkatan produksi, pendapatan dan kesejahteraan,’’ ujarnya.

Gubernur juga mohon kepada pihak perbankan agar membantu memberikan asistensi peningkatan kapasitas petani dan permodalan dalam usaha budidaya rumput laut serta perlu didukung semua pihak untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan industri ekonomi kreatif dan inovatif.

Sedangkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daera Provinsi Papua Barat, Pro, DR Charly D Heatubun, S.Hut., M.Si dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen pengembangan ekonomi hijau berbasis komoditas unggulan daerah yang diamanatkan dalam deklarasi Manokwari hasil konferensi internasional keaneka ragaman hayati, ekowisata dan ekonomi kreatif ICBI 2018.

Heatabun menjelaskan, pemerintah Kerajaan Inggris berkomitmen membantu provinsi Papua dan Papua Barat sebesar Rp 400 miliar dan dilanjutkan dengan pertemuan tingkat tinggi investasi hijau di Sorong, dengan program pengembangan ekonomi hijau sebagai implementator dari MoU tersebut antara pemerintah Inggris (UKCCU) dengan Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal dengan durasi tiga tahun.

Rumput laut yang dikapalkan tujuan Surabaya 20 ton hasil produksi petani orang asli Papua asal kampung Yende, Mena dan Niyap Distrik Roon, juga Kampung Yembe Kiri, Nusrowi , Isenebuay Distrik Rumberpon dan Kampung Yomber Distrik Yoswar, Kabupaten Teluk Wondama. Yang sebelumnya telah berproduksi 85,5 ton hasil uji coba yang juga sudah didistribusikan.

Sementara harga rumput laut petani di kampung sebesar Rp 6.000 per kilogram sedangkan harga jual di Surbaya Rp18.000 per kilo per kilogram. Sehingga dengan hasil jual 20 tahun pada hari ini ada total uang beredar Rp120. 000. 000 di kampung-kampung tadi.

Penandatanganan komitmen kerjasama Program ekonomi Hijau dengan Kabupaten Teluk Wondama, dilanjutan expose produk turunan rumput laut berupa aneka makanan ringan atau snack yang berasal dari rumput laut di Mansinam Beach Hotel.

Berita lain untuk anda