Dandim 1808/Manokwari Kolonel (Arm) Airlangga (kanan), saat mendampingi Pangdam XVIII/Kasuari dalam kunjungan kerja. (Foto:Dok.PDB/TN)

TEROPONGNEWS.COM, MANOKWARI –  Metode paling tepat untuk menghentikan penyebaran Covid-19, adalah mengubah pola pikir (mindset) dan kesadaran masyarakat terkait bahaya virus ini.

Hal ini disampaikan Komanda Kodim 1801/Manokwari, Kolonel Arm Airlangga, menyusul masih tingginya jumlah pasien terkonfirmasi corona di sejumlah daerah di Papua Barat. Hingga kini, hanya Pegunungan Arfak yang masuk zona hijau karena tidak ditemukannya kasus positif covid-19.

judul gambar

“Kalau saya melihat dan mengevaluasi kondisi di sini, sekarang ini bukan lagi soal bagi-bagi masker atau operasi penegakan protokol kesehatan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mengubah mindset masyarakat. Jadi yang kita dobrak adalah mindset supaya masyarakat sadar ini covid-19 merupakan ancaman nyata,” kata Kolonel Arm Airlangga, Rabu (28/10/2020).

Saat ini lanjut Dandim, dibutuhkan strategi anti mainstream untuk mengubah pola pikir masyarakat. Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan yang memiliki tanggungjawab terhadap masyarakat, harus memfokuskan operasi untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran masyarakat, agar masyarakat mendapatkan pengetahuan untuk tidak menganggap remeh pandemic covid ini.

Menurutnya, membagi-bagikan masker penting, tapi jauh lebih penting merubah mindset masyarakat terhadap covid ini. Bila masyarakat sadar akan bahayanya covid ini, maka dengan sadar juga akan berupaya agar terhindar dari covid-19.

“Mohon maaf ya, kalau hanya sekedar bagi-bagi masker tapi mindset masyarakat tidak berubah, habis kita bagikan maskernya tapi mereka tidak punya kebiasaan memakai masker, ya maskernya dilepas lagi. Misalnya jam 10 pagi saya bagikan masker, belum tentu jam 11 atau 12 siang masker itu dipakai lagi. Kesimpulannya kan bagaimana mindset masyarakat terhadap covid ini harus berubah, masyarakat harus sadar bahwa mereka harus menjaga diri masing-masing, menjaga keluarga masing-masing agar terhindar dari covid,” ujarnya.

Dikatakannya, realita saat ini masih saja ada warga kumpul-kumpul yang tidak menerapkan protokol kesehatan dalam artian tidak menjaga jarak, tidak memakai masker, tentu hal ini masih jauh sekali dari apa yang diharapkan sesuai protokol kesehatan.

 “Sebetulnya simple, mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker yang selama ini mungkin jarang dilakukan namun karena pandemic covid akhirnya harus totalitas. Makanya kebiasaan harus berubah, dan kebiasaan itu kan tercipta dari mindset, kalau otak kita memerintahkan ya harusnya bisa,” tandasnya.

Ditanya langkah-langkah yang dilakukan Kodim 1801/Manokwari untuk mencegah dan menanggulangi covid-19, Kolonel Airlangga mengatakan bahwa di setiap Koramil yang berada di wilayah kerja Kodim 1801/Manokwari Manokwari ada Tim Penegak Protokol Kesehatan.

“Saya juga sudah mengubah pola kerja tim, bukan lagi operasi masker tapi juga mendatangi masyarakat untuk memberikan public knowledge. Pengetahuannya dulu, pemahamannya, percaya bahwa covid ini ancaman yang nyata, akhirnya kooperatif,” jelasnya. **

Berita lain untuk anda