Benny Y. Suebu, Ketua Asosiasi Karyawan Karyawati Papua Bandar Udara Papua. (Foto:Nesta/TN)

TEROPONGNEWS.COM, SENTANI – Asosiasi Karyawan-Karyawati Papua Bandar Udara Kelas I Jayapura, merekrut sebanyak 300 orang untuk dilatih sebagai tenaga pengamanan bandara (aviation security/avsec).

Sayangnya, dalam proses perekrutan ini beredar isu kurang sedap. Saat pendaftaran, diduga panitia rekrutmen mengutip sejumlah biaya tidak resmi dari peserta. Padahal, seluruh biaya pendidikan dan pelatihan anak-anak adat sebagai keluarga pemilik hak ulayat ini, telah ditanggung pemerintah.

Ketua Asosiasi Karyawan/Karyawati Papua Bandar Udara Kelas I Jayapura, Benny Y. Suebu menjelaskan, 300 anak Papua yang direkrut itu akan menjalani pendidikan selama 21 hari, di Politeknik Papua. Setelah selesai pelatihan, mereka akan ditempatkan bekerja di 15 bandara di Papua yang diawasi oleh PT Angkasa Pura I Jakarta.

“Di dalam aturan Kementerian Perhubungan, mereka akan berlatih dan belajar selama 21 hari, tetapi hal tersebut akan secara terperinci ditetapkan dan diatur oleh Politeknik Papua,” kata Benny

Benny menambahkan, tugas asosiasi adalah merekrut, mempersiapkan mentalitas dan berbagai persiapan terkait para tenaga kerja tersebut agar dapat sekolah dengan resmi.

Terkait dengan kabar adanya pungutan liar (pungli) ketika proses rekrutmen, Benny mempersilakan untuk membuktikan dengan menunjukkan dokumen pendukung, seperti bukti pembayaran yang ditandatangani dan di stempel asosiasi.

“Ketika ada pembicaraan tersebut, ada bukti bukti otentik tidak? Dilengkapi cap dan tanda tangan tidak? Saya juga sudah berbicara masalah ini dengan Polres dan Polda,” ungkap Benny.

Benny juga menegaskan bahwa dokumen asosiasinya sudah diserahkan ke Polda dan Polres secara lengkap, untuk dapat dipahami dan dijelaskan secara transparan bahwa lembaga yang ia pimpin tersebut jelas dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.

“Hari ini di depan wartawan saya mengatakan bahwa ketika ada bukti dokumen yang jelas bahwa saya yang menerima, ada tanda tangan dan juga ada cap, maka saya siap untuk di proses di meja hukum,” tegasnya. ***

Berita lain untuk anda