Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Tinjau Lokasi Karantina Pasien C-19, Komisi I DPRD Kota Sorong Pertanyakan Kinerja Tim Gustu

×

Tinjau Lokasi Karantina Pasien C-19, Komisi I DPRD Kota Sorong Pertanyakan Kinerja Tim Gustu

Sebarkan artikel ini
Komisi I DPRD kota Sorong tinjau tempat karantina pasien Covid-19. Foto ist.
Example 468x60

Sorong,TN – Anggota Komisi I DPRD kota Sorong yang dipimpin ketua Komisi, Muhammad Taslim, meninjau langsung lokasi karantina pasien Covid-19 di Balai Diklat kota Sorong, kampung Salak, Selasa (2/6).

Tujuan kedatangan tersebut, dalam rangka menanggapi permintaan masyarakat yang meminta transparansi tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kota Sorong.

Example 300x600

Dalam bincang-bincang dengan para pasien yang dikarantina di Balai Diklat kota Sorong, kata ketua Komisi I, Muhammad Taslim, mereka mengatakan sudah jenuh dan meminta untuk segera dipulangkan. Selain itu, salah satu pasien juga menolak untuk diswab, karena yang bersangkutan takut positif corona.

“Kedatangan kita disini (Balai Diklat) karena ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi pasien. Kita sudah lihat dan banyak hal tadi kita pertanyakan. Mengapa kota Sorong penyembuhannya ini lambat sekali. Sedangkan di daerah lain seperti Bintuni dan Raja Ampat banyak yang sembuh, apa yang kurang? Apa upaya dari tim kesehatan terhadap orang yang terpapar ini,”tanya Muhammad Taslim.

Menurut Taslim, faktor stres dan jenuh selama di tempat karantina juga menjadi pemicu turunnya daya tahan tubuh para pasien.

“Di tempat ini coba disediakan atau dilengkapi fasilitas hiburan, atau diadakan aktivitas kerohanian, karena stres ini membuat imun tubuh menurun sehingga tadinya dia negatif bisa kembalu menjadi posotif kembali,”imbuhnya.

Sementara itu, dr. Ari yang bertugas di tempat karantina tersebut mengungkapkan bahwa kesembuhan pasien tergantung daya tahan tubuh. Disisi lain, ia juga mengungkapkan ada pasien yang susah diatur seperti berbaur dengan pasien yang positif Covid-19.

“Kesembuhannya Itu tergantung sistem imun, kalau sistem imun bagus dan tidak stres maka bisa cepat sembuh. Kembali lagi daya tubuh seseorang itu beda-beda. Kalau pak YT (71) pasien yang sembuh kemarin lalu itu tidak sampai 20 hari sudah bisa pulang karena disiplin dan ikut anjuran dari kami. Ada juga mereka yang susah diatur. Kan ada pasien yang negatif dan positif mereka menganggap dirinya sehat padahal yang udah tahu hasil swabnya tapi tetap susah diatur. Kita petugas medis juga capek menyampaikannya kepada mereka,”pungkas dr Ari.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *