Wildlife Conservation Society (WCS) menyalurkan 125 paket sembako kepada 125 anak yatim piatu binaan empat panti asuhan di Ternate. Foto ist.

Ternate, TN- Wildlife Conservation Society (WCS) menyalurkan 125 paket sembako kepada 125 anak yatim piatu binaan empat panti asuhan di Ternate, Maluku Utara, untuk meringankan dampak ekonomi akibat pandemi COVID-19, Senin (11/5).

Penyerahan paket bantuan ini berlangsung dalam rangka perayaan 125 tahun berdirinya WCS. Paket bahan pokok (Bapok) tersebut terdiri dari beras, minyak goreng, sirup, biskuit, susu, dan minuman siap saji.

Bantuan tersebut, diberikan kepada empat panti asuhan masing-masing Panti Asuhan Nurul Qalbu, Panti Asuhan Attaqwa Kalumata, Panti Asuhan Nurul Fajri – Salero, dan Panti Asuhan Al Yatama – Batu Anteru.

Paket bahan pokok tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh perwakilan WCS Maluku Utara, Hamka Karepesima, kepada pengurus dan anak-anak binaan dari keempat panti asuhan tersebut.

Selain penyerahan paket bahan pokok, perwakilan WCS juga memberikan informasi mengenai bahaya COVID-19 kepada anak-anak panti dan cara menyikapinya agar tidak terpapar wabah yang berbahaya ini.

Secara terpisah, WCS Marine Program Manager untuk Maluku Utara, Anisa Budiayu, mengatakan bahwa distribusi 125 paket terkait peringatan 125 Tahun berdirinya WCS ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat rentan, khususnya anak-anak yang berada dalam binaan panti asuhan, yang sekarang ini semakin terbebani dan merasakan dampak langsung dari mewabahnya Covid-19 di Maluku Utara.

“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban ekonomi yang dirasakan dan dapat langsung dimanfaatkan khususnya untuk menjalani ibadah puasa bulan Ramadhan yang sangat berbeda suasananya dari Ramadhan sebelumnya,” ujar Anisa.

Wildlife Conservation Society (WCS) merupakan LSM konservasi internasional yang dibentuk pada 1895 di New York, Amerika Serikat. Di Indonesia, WCS bekerja mendukung pemerintah dalam melestarikan kehidupan liar di berbagai bentang darat dan laut negeri ini sejak 1995 di bawah Memorandum Saling Pengertian dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Di Maluku Utara, WCS bekerja bersama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten) untuk mendukung pelestarian alam liar di kawasan pesisir dan laut.

Beberapa kegiatan yang menjadi fokus WCS adalah mendukung terwujudnya pengelolaan kawasan konservasi perairan yang efektif serta pengelolaan perikanan berkelanjutan.

Bekerja sama dengan pemerintah Maluku Utara dan pihak terkait lain, WCS juga memfasilitasi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan dukungan masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi dan perikanan berkelanjutan, pemantauan ekologi dan sosial, penyadartahuan, dan peningkatan kapasitas terkait pengelolaan sumberdaya yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda